Maqam Ibrahim di Masjidil Haram - Jika Anda mempelajari seputar umrah dan haji, Anda pasti pernah mendengar yang namanya Maqam Ibrahim. Karena kata maqam dan makam pengucapannya hampir sama, banyak jamaah yang beranggapan bahwa Maqam Ibrahim ialah makam / kuburan dari Nabi Ibrahim.

kenyataannya, Maqam Ibrahim di Masjidil Haram bukan kuburannya Nabi Ibrahim, melainkan nama sebuah batu dari surga yang menjadi tumpuan Nabi Ibrahim pada saat mendirikan ka'bah.
Maqam berasal dari kata "al maqam", yang maknanya ialah tempat berpijak/tempat berdiri. Lalu, bagaimana cerita lengkap dari Maqam Ibrahim? Silakan simak artikel dari Erahajj berikut hingga selesai.
Sejarah Maqam Ibrahim
Pada saat mendirikan Ka'bah, Nabi Ibrahim menyusun batu-batu sampai berupa bangunan. Batu itu diambilkan & di serahkan oleh Nabi Ismail kepada ayahnya.
Semakin lama, bangunan yang mereka bangun semakin tinggi, sehingga Nabi Ibrahim membutuhkan sesuatu untuk tumpuan. Kemudian, Allah menurunkan batu dari langit, yang serupa dengan batu Hajar Aswad. Batu itu kemudian digunakan oleh Nabi Ibrahim sebagai pijakan agar beliau bisa menyelesaikan bangunan ka'bah.

awalnya, batu Maqam Ibrahim berwarna putih, Sama halnya Hajar Aswad yang awalnya juga berwarna putih pada saat diturunkan ke bumi dari surga. Adalah manusia yang banyak mengusap keduanya, sehingga cahaya kedua batu itu diambil kembali oleh Allah SWT dan keduanya menjadi berwarna gelap seperti saat ini.
Nabi Muhammad SAW bersabda :
"Hajar Aswad & Maqam Ibrahim adalah dua batu yang datangnya dari surga, seandainya Allah tak menghilangkan cahaya (dari) kedunya, niscaya ia akan menerangi Timur dan Barat secara keseluruhan."
Sahih Muslim, al-Hajj,(1218)
akibat dipakai untuk pijakan pada saat meninggikan bangunan, maka Maqam Ibrahim awalnya terletak berdempetan dengan ka'bah. Akan tetapi, Rasulullah memindahkannya beberapa hasta dari ka'bah seperti yang saat ini kita lihat.
Bentuk Maqam Ibrahim di Masjidil Haram
Maqam Ibrahim awalnya adalah sebongkah batu yang berwarna putih bersih. Batu ini asalnya dari surga, semacam hajar aswad. Diturunkan ke bumi oleh Allah agar menjadi "penanda" Ka'bah.
Firman Allah yang menjelaskan bukti bahwa ka’bah ada di kota Mekah, yakni keberadaan maqam Ibrahim.
Allah berfirman,
????? ??????? ?????????? ??????? ????????????
“Di sana ada bukti yang nyata, yakni maqam Ibrahim…” (QS. Ali Imran: 97)
Jadi, Maqam Ibrahim diturunkan tidak tanpa maksud. Batu yang putih itu menjadi tumpuan Nabi Ibrahim saat meninggikan bangunan ka'bah, sehingga di atasnya terbentuk relief cekungan bekas telapak kaki Nabi Ibrahim as.

Namun, seiring waktu berjalan, banyak tangan-tangan yang mengusap Maqam Ibrahim pada saat thawaf, sehingga bekas telapak kaki itu sudah tidak ada. Ada yang berpendapat bahwa batu tersebut dibentuk lagi sehingga bekas telapak kaki Nabi Ibrahim kelihatan lagi.
Saat ini, Maqam Ibrahim dai masjidil haram diletakkan dalam sebuah bangunan kaca berlapis emas, untuk melindunginya. Barang siapa yang ingin memandangnya dapat mengintipnya dari kaca yang melindunginya.
Maqam Ibrahim adalah Tempat Shalat
Salah satu fungsi dari Maqam Ibrahim ialah sebagai tempat shalat.
Pada suatu hari Umar bin Khattab bertanya ke Nabi Muhammad, "Bagaimana jika kita jadikan tempat ini sebagai tempat salat?"
Kemudian turun firman Allah SWT sebagai berikut.
Al-Baqarah ayat 125
"Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat"
Rasulullah mencontohkan untuk melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat setelah thawaf, utamanya di belakang Maqam Ibrahim. Hal ini dipercaya sebagai amalan yang besar pahalanya, sehingga para jamaah umrah berlomba-lomba untuk melakukan shalat sunnah di tempat ini.
Sunnah di Maqam Ibrahim
Jamaah umrah percaya bahwa shalat sunnah thawaf & berdoa di Maqam Ibrahim berpeluang mendapatkan pahala yang besar & doanya dikabulkan. Hal ini tidak salah, karena Nabi Ibrahim juga berdoa sangat panjang dan lama di tempat ini.
"Ya Tuhan, jadikan kota ini negeri yang aman & anugerahilah rezeki kepada penduduknya, diantaranya buah-buahan bagi mereka yang beriman kepada Tuhan, Hari Kemudian"
QS. Al Baqarah ayat 126
Oleh karena itu, apabila Anda berkesempatan umrah, jangan lupa ucapkan doa di tempat mustajab ini, ya!
Memaknai Keutamaan Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim memang hanya bongkahan batu kecil, namun ia sangat istimewa. Batu ini berasal dari surga. Ia mendapatkan penjagaan khusus dari Allah SWT selama ribuan tahun, sehingga tidak hilang.
Sewaktu banjir besar yang terjadi di era Nabi Nuh, ia tersimpan rapi di bukit Qubays. Sempat pula dicuri/hilang sebentar, namun cepat kembali di dekat ka'bah. Padahal, batu sekecil ini biasanya akan mudah hilang begitu saja, tapi Allah menjaganya tetap ada hingga sekarang sebagai bukti kebesaran-Nya.

Batu ini semula berwarna putih bersih dan bercahaya. Jikalau Allah tak mengambil cahayanya, niscaya akan dapat menerangi timur ke barat. Walaupun bentuknya batu, dan di sekitar ka'bah banyak berhala, tak satupun orang pernah memuja/menyembah Maqam Ibrahim.
Jadi, Anda dapat mengambil hikmah bahwa Anda hanya perlu shalat dan berdoa di Maqam Ibrahim, bukan "ngalap berkah" kepada batu tersebut. Tetap meminta sesuatu kepada Allah Ta'ala.
Biasanya, muthawwif akan mengarahkan Anda untuk berdoa di tempat-tempat mustajab, salah satunya Maqam Ibrahim di Masjidil Haram. Travel umrah anda akan memberikan bimbingan khusus agar Anda dapat menjalankan ibadah umrah dengan optimal.
Travel umrah yang baik, pasti akan mengupayakan pelayanan jamaah yang terbaik dengan menggunakan sistem aplikasi terbaik untuk meningkatkan profesionalisme bisnis travel umrah mereka.
Hubungi kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang software khusus travel umrah terbaik dan terlengkap dari Erahajj.
